SELAMAT DATANG Prophetic Leader

__Kini dan kedepan Niscaya hadir para pemimpin. Keberadaannya adalah bukti bahwa masa depan peradaban akan terus tegak Menjulang Agung. Hadirnya Pemimpin yang membawa SPIRIT KENABIAN-

Kamis, 30 September 2010

Seniman Ulung Itu Pemimpin

Semisal seni itu berupa gerabah dari tanah liat, untuk membuatnya kita mesti melampaui berbagai tahapan. Dan, tidak jarang melewati ada tahapan yang mau tidak mau tangan kita kotor terkena lumpur. Semisal lagi seni itu ibarat lukisan dengan cat air, kadang cat air itu terciprat ke baju ato tangan kita menjadi belepotan. Banyak lagi contoh-contoh lain. Kita akan menjumpai dari para seniman melalui tahapan-tahapan dalam membuat karya yang seolah membuatnya kotor, terluka, bahkan tampak aneh dari orang pada umumnya.

Aku bertanya pada diri sendiri dan teman-teman para aktivis perubahan. Apakah semisal lumpur tanah liat bahan gerabah dan cipratan cat dipastikan najis, sehingga menyebabkan kita terlarang untuk shalat dan memegang Kitab Suci?

"Seniman peradaban, pastinya mendapatkan hikmah. Bahwasanya tidak selamnaya kotor itu sama dengan najis. Terluka itu sama dengan kalah atau gagal dalam proses. Dalam hal ini yang perlu kita pastikan adalah bahan-bahan untuk membuat karya bukanlah barang najis. Bahkan memungkinkan sekali peralatan itu menggunakan pahat dari bumerang. Meskipun sesekali waktu seolah kita nampak kotor, harus berdarah tergores pahat, Insya Allah hakikatnya seorang da'i tetap suci dan akan tersebut sebagai seniman peradaban yang tidak hanya berkhayal. Karena tidak sama antara orang yang bertindak dengan orang yang hanya sekedar duduk atau berdiam."

Maka, bukanlah menjauh dari kain kanvas yang mungkin sudah kusut, kayu yang sudah dimakan rayap, lumpur yang nampak menjijikan. Niscalah seorang seniman terpanggil dan tergerak untuk menyapukan cat dengan kuasnya yang lembut, memutar kundi dengan seksama, menatahkan pahat dengan penuh irama, sehingga lahirlah karya seni yang membuat siapa saja berdecak kagum. Apalagi jika yang ada di sekitar kita berupa kertas dan kain putih bersih, kayu yang tertata rapi. Bahkan dalam beberapa hal, para seniman sengaja mencari barang bekas dan bahan2 yang terlihat lapuk untuk "menyihir" siapa saja agar terpesona.

Itulah kenapa Nabi dan para Shahabatnya dengan seberapapun bekal dan orientasi dakwahnya tidak canggung untuk melangkah, hadir di tengah-tengah peradaban manusia dengan keanggunan gayanya masing-masing menjadi seniman peradaban.

_Jhon Human Art Zone_

Jogja, 26 September 2010

Tidak ada komentar: